Thamrin Meneliti

Halo semua! Kembali lagi bersama tim Catatan si Thamrin!

Wah wah wah, tidak terasa sekarang sudah bulan Oktober nih! Wih, sebentar lagi 2022 ya ternyata. Eits, ngomongin masalah pergantian tahun, pasti kalian tahu dong kalau akan ada banyak lomba tahunan yang diselenggarakan berbagai universitas maupun Puspresnas?

Bukan cuma olimpiade, banyak juga Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang akan diselenggarakan baik tahun ini maupun tahun depan! Kerennya lagi, MHT sendiri menyelenggarakan event bernama Thamrin Meneliti untuk memberikan wadah eksplorasi di dunia penelitian loh! Nah, Thamrin Meneliti pas banget nih buat teman-teman yang mau belajar tentang penulisan karya ilmiah untuk persiapan lomba-lomba tersebut.

Catatan si Thamrin juga akan membantu persiapan kalian dengan menerbitkan artikel ini! Yup, benar sekali! Dalam artikel ini Catatan si Thamrin akan membahas tentang Thamrin Meneliti! Penasaran, kan? Yuk, simak pengalaman pemenang Thamrin Meneliti (Thamnel) berikut!

Pemenang Thamnel cabang IPA yang beranggotakan Gung De dan Qarira mengusung judul “Analisis Inovasi Pesawat Supersonik Elektrik: Prospek Masa Depan Teknologi Dirgantara Secara Fisika“.

Seperti penelitian pada umumnya, penelitian peserta Thamrin Meneliti juga memiliki gagasan dan konsep mereka sendiri. Tim pemenang cabang sains menyebutkan bahwa karya mereka terinspirasi dari perkembangan transportasi berdasarkan ilmu pengetahuan fisika. 

“Saya dari awal memang tertarik untuk meneliti inovasi teknologi di bidang transportasi. Dan saya terinspirasi untuk fokus di bidang teknologi pesawat karena menemukan adanya teknologi propulsi ion elektrik yang dikembangkan oleh tim peneliti di MIT. Ini menjadi fondasi saya untuk meneliti pesawat supersonik elektrik,” jelas Gung De.

“Penelitian kami mengkaji masalah pada teknologi penerbangan saat ini serta mencari solusinya. Variabel yang kami teliti yaitu model aerodinamika pesawat, mesin propulsi, dan sumber daya listrik. Tujuan penelitian kami yaitu mengetahui kinerja dan efisiensi solusi dari setiap variabel, mencakup model pesawat supersonik, sistem propulsi ion elektronik, dan pembangkit energi hidrogen-ion,” jelas Qarira.

Selain Gung De dan Qarira, pemenang Thamnel cabang IPS adalah Khansa dan Kiki.

“Judul penelitian kami Resep Sukses Mencegah COVID-19 ala Orang Betawi: Studi Kasus Pola Perilaku Masyarakat Betawi RW 04 Kelurahan Jatikeramat. Nah, pas brainstorming, kami itu sempet ketemu beberapa nama. Tapi, kami nyari yang relevan dan lumayan out of the box,” jelas Khansa.

“Masyarakat Betawi di RW 04 Kelurahan Jatikramat dapat dibilang kurang peduli terhadap penerapan pola hidup bersih dan sehat yang mana seharusnya hal tersebut sangat ketat diaplikasikan di masa pandemi COVID-19 ini. Namun uniknya, sejak awal dinyatakan kasus positif COVID-19 di Indonesia hingga saat ini tidak adanya catatan kasus positif di lingkungan tersebut,” tambah Kiki.

Tentunya bekerja sebagai tim memerlukan koordinasi dalam segala bidang, termasuk proses pencarian ide atau yang biasa dikenal dengan brainstorming.

“Proses brainstorm-nya adalah dengan cara SWOT, melihat di mana masalah dari teknologi penerbangan yang ada saat ini dan bagaimana cara untuk menyelesaikannya secara fisika. Banyaknya faktor yang perlu dipertimbangkan membuat saya membatasi penelitian ini ke 3 variabel tadi,” cerita Gung De mengenai proses pencarian ide untuk penelitian bidang sains mereka. 

Khansa bercerita bahwa ia dan Kiki beberapa kali melakukan pertemuan maya di Zoom untuk mencari judul yang mereka angkat. Kiki mengatakan bahwa sebenarnya, pada awalnya mereka ingin membahas penelitian di bidang IPA. Namun, karena bahasan judul tersebut mereka rasa lebih menarik, maka dari itu mereka beralih bahasan ke bidang IPS.

Selain itu, bukan rahasia lagi bahwa dalam sebuah penelitian dibutuhkan sumber yang kredibel dari jurnal dan penelitian lain. Sekarang narasumber kita akan membagikan referensi yang mereka gunakan untuk mencari sumber-sumber informasi, nih! Kira-kira apa ya?

“Kalau referensinya dari berbagai buku dan jurnal penelitian yang berkaitan dengan pembahasan kita, yaitu sistem propulsi ion elektrik, aerodinamik dan tentang teknologi pembangkit listrik,” papar Qarira.

Sedangkan menurut Khansa, referensi yang mereka pakai adalah jurnal-jurnal, baik yang membahas COVID-19, virologi, sejarah masyarakat Betawi, dan kehidupan mereka sendiri.

Kiki menambahkan, “Karena basic-nya penelitian IPS humaniora, jadi landasan teori kita lebih ke teori-teori interaksi dan pendidikan kayak komunikasi interpersonal dan lain-lain.”

Tentunya proses pembuatan karya Thamnel, para pemenang juga menemukan berbagai kendala.

“Kendala kami tentunya ada di metodologi pasca proses simulasi komputasi. Hambatan dalam segi teknologi dan biaya untuk perakitan purwarupa fisik dan eksperimentasi dalam terisolasi maupun terbuka perlu dipertimbangkan lagi,” ucap Gung De.

 

“Aku sebenernya dibantuin banget sama Kiki. Kiki banyak banget research dan ngasih bantuan. Kendala mungkin pas bingung dengan kalimatnya dan susunannya agar pemikiran pembaca sama kayak pemikiran gua sama Kiki,” cerita Khansa.

Sedangkan menurut Kiki, mereka lebih banyak mengalami kendala di penentuan landasan teori untuk menyesuaikan penelitian tersebut dengan tujuannya.

“Selain itu, decision untuk metode penelitian dan penerapan triangulasi datanya,” lengkapnya.

“Kesan kami dalam meneliti ini tentunya bisa mendalami bagaimana mencari ide dan masalah serta memecahkan solusi untuk menjadi suatu penelitian dalam tim. Pesannya adalah semoga penelitian kami ini bisa berkembang lagi dalam segi kualitas, manfaat, dan penerapannya untuk kedepannya. Ini tentunya didapat dengan mengkaji kritik dan saran dari pembaca,” jawab Gung De saat ditanya mengenai pesan dan kesan selama proses pengerjaan Thamnel berlangsung.

“Kami berharap agar penelitian ini dapat kami kembangkan kembali kedepannya sehingga dapat terealisasi tujuan dari penelitian ini sendiri. Kami juga ada rencana untuk mengikuti beberapa lomba penelitian melalui penelitian ini,” jawab Kiki untuk pertanyaan yang sama. Khansa juga mengatakan bahwa menurutnya, Thamnel tahun ini seru waktu pelaksanaannya yang termasuk waktu sibuk baginya.

Sebagai penutup, tim pemenang Thamnel akan membagikan tips seputar meneliti. “Tips bikin penelitian menurut saya lebih baik tentang hal yang diminati serta diungguli. Kemudian ilmunya didalami lagi dengan mencari referensi bisa dari buku, jurnal, penelitian sebelumnya, dan lain-lain,” papar Qarira.

“Cari hal, fenomena di sekitar kalian, gak usah gede-gede, gak usah ribet-ribet dan kalo bisa relevan dan orang belum kepikiran. Rajin-rajin research. Emang harus ngeluarin energi, effort, dan waktu, sih,” ucap Khansa.

Nah, tidak terasa kita sudah sampai di penghujung artikel Catatan si Thamrin bulan ini! Untuk kalian yang penasaran dengan penelitian para pemenang Thamnel dapat mengunjungi tautan berikut: http://tiny.cc/ProposalThamnel.

Terima kasih dan sampai jumpa bulan depan!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *