Pengalaman PPDB MHT 12

Hai semua! Kembali lagi bersama kami!

Tidak terasa sudah tahun 2021! Yang artinya … PPDB SMAN Unggulan MH Thamrin sebentar lagi akan dibuka!

Nah, Catatan si Thamrin telah mewawancarai 3 perwakilan MHT 12 mengenai pengalaman mereka selama PPDB tahun ajaran 2020/2021. Penasaran? Stay tuned!

Kenalan, yuk, sama narasumber pertama kita, namanya Haidar. Haidar adalah siswa MHT angkatan 12 yang diterima di SMANU MHT melalui jalur prestasi.

“Jadi di SMP, gua selalu pengen ke sekolah-sekolah unggulan, karena guru-guru banyak berbicara tentang sekolah-sekolah ini,” buka Haidar

Ia mengaku cukup kesulitan dalam mempelajari bahasa Indonesia dan biologi. Hal itulah yang membuatnya kurang terlalu percaya diri untuk memanfaatkan nilai UN agar diterima di sekolah-sekolah unggulan.

Saat itulah Haidar mendengar info PPDB SMANU MHT melalui jalur prestasi. Haidar yang sering terbiasa ikut serta dalam berbagai olimpiade pun tak ingin membuang kesempatan emas itu.

“Kebetulan, gua sendiri udah mulai masuk ke dunia olimpiade dari kelas 6 SD, jadi salah satu motivasi olim gua di SMP adalah biar bisa masuk sekolah-sekolah keren lewat jalur prestasi.”

Perjalanannya pun tak mudah. Haidar harus melewati banyak suka duka, bahkan sering berada di titik rendah selama mempelajari materi olimpiade.

“Dengan doa dari keluarga dan teman-teman, akhirnya bisa survive dan alhamdulillah di kelas 8, gua dapet medali perak di OSN bidang matematika yang akhirnya bisa gua gunain buat masuk ke MHT lewat jalur prestasi.”

Haidar mengingat pesan gurunya yang selalu mengingatkan untuk rajin beribadah dan mendoakan guru setelah solat.

“Bisa dibilang ini adalah salah satu kunci dari hal-hal yang udah gua raih. Jadi intinya, setelah kalian usaha, jangan lupa dilengkapi oleh ibadah-ibadah juga, insyaallah yang kalian inginkan ataupun yang lebih baik dari yang kalian inginkan bisa diraih … semangat!”

Berikutnya ada Aulia! Aulia adalah salah satu siswi MHT angkatan 12 yang diterima melalui jalur dalam DKI Jakarta.

“Jadi aku tahu MHT dari teman, salah satu motivasi aku masuk MHT, karena sekolahnya bagus, terus berasrama jadi bisa ngelatih mandiri juga, dan juga fasilitas di MHT lengkap,” cerita Aulia.

Untuk mendapatkan impiannya tersebut, Aulia tidak hanya tinggal diam tetapi berusaha yang terbaik dari pertengahan awal semester 1 kelas 9.

“Aku sering latihan soal OSK atau yang sekarang disebut KSK dari buku-buku olimpiade dan internet. Ya, paling sekitar tiga puluh menit sampai satu jam, yang paling penting itu konsisten.”

Aulia juga menuturkan bahwa ia ikut serta dalam Open House MHT dan MaQC, olimpiade matematika yang merupakan cabang Thamrin Olympiad and Cup.

“Selain itu, beberapa kali ikut psikotes juga biar ga terlalu asing sama soalnya. Terus, aku juga ikut les di YEC Taman Siswa.”

Menurutnya, kita tak bisa hanya dengan mengandalkan kemampuan yang ada dalam diri kita, kita juga harus berserah kepada Tuhan dan meminta doa kepada orang terdekat.

“Ini yang paling penting sih, minta doa dari semua orang, doa dari guru, orang tua, dan teman-teman. Mungkin garis besarnya kaya gitu,” jelas Aulia.

Dalam setiap perjuangan pasti ada hambatan yang membuat kita tidak yakin akan impian kita sendiri, hal ini juga terjadi pada Aulia.

“Hmm … pengen nyerah sih ada aja tapi selalu bertumpu sama statement: ‘kalo ga dicoba mana tau’, atau ‘mending nyesel karena tau gagal daripada nyesel karena ga nyoba sama sekali’, gitu sih hehehehe, jadi buat kalian yang mau masuk MHT jangan takut coba aja, jangan takut sebelum mencoba, semangat calon MHT 13!” pesan Aulia.

Terakhir, ada Audra, siswi MHT angkatan 12 dari jalur non-DKI yang mengaku tidak terlalu bersiap untuk PPDB SMANU MHT. Ia sempat berpikir kalau kemungkinannya untuk diterima cukup kecil, mengingat jalur non-DKI hanya menerima maksimal 4 siswa setiap tahunnya.

“Aku baru tahu MHT di kelas 9 awal, pas pendaftaran Open House. Aku masih belum yakin buat SMA di mana, jadi aku daftar-daftar aja. Lagipula, lebih enak bingung keterima semua daripada bingung gak ada yang keterima,” cerita Audra.

Audra mengaku cukup bingung lantaran ia tidak memiliki orang yang bisa ditanya mengenai MHT.

“Alumni dari SMP kayaknya gak ada. Temen-temen juga gak ada yang tertarik ke MHT.”

Baginya, tahap verifikasi adalah tahap yang paling berkesan. Karena ia bersekolah di Bandung, ia harus berulang kembali pergi ke kurir untuk mengirimkan berkas-berkas.

“Tapi, karena kemungkinan besar PPDB tahun ini online, gak bakal ada kejadian kayak gini,” tawa Audra.

Menurut Audra, rangkaian PPDB MHT cukup normal.

“Tes akademik gak overly susah. Psikotes kayak psikotes biasa. Wawancara cuma pertanyaan-pertanyaan dasar,” terangnya.

Audra juga mengatakan bahwa ia hanya memakai buku UN dan buku psikotes sebagai persiapan tes. 

“Kesempatan belum tentu datang dua kali. Kalau kita tahu itu akan datang, persiapkan yang terbaik. Kalau kita gak tahu, lakukan yang terbaik. Kalau Tuhan udah merencanakannya, itu pasti akan terjadi. Dan Tuhan selalu merencanakan yang terbaik,” pesan Audra.

Nah, itu dia beberapa pengalaman MHT 12 dalam mengikuti PPDB SMAN Unggulan MH Thamrin tahun lalu. Aduh, jadi tambah gak sabar sama PPDB tahun ini! Semangat calon-calon MHT 13, kami menunggumu!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *