Menelusuri Lore dan Asal Usul MHT

Greetings, TEJO readers!

Kali ini, TEJO kembali dengan artikel baru yaitu,

Menelusuri Lore dan Asal Usul MHT

SMA Negeri Unggulan M.H. Thamrin atau yang sering disingkat SMANU MHT adalah salah satu dari SMA negeri di DKI Jakarta dan satu-satunya sekolah negeri yang memiliki gelar “Unggulan”. Didirikan pada 21 Agustus 2008, MHT berada di bilangan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.

TEJO readers pasti sudah tau dong, nama sekolah MHT diambil dari siapa? Ya, tak lain dan tak bukan adalah seorang politisi era Hindia Belanda dan sosok pahlawan nasional, Mohammad Husni Thamrin.

Mohammad Husni Thamrin

Lahir            : 16 Februari 1894 (Weltevreden, Batavia, Hindia Belanda)

Meninggal    : 11 Januari 1941 (46 tahun) Senen, Batavia, Hindia Belanda

Kebangsaan : Indonesia

Pekerjaan     : Politikus

Penghargaan : Pahlawan Nasional Indonesia

  1. Husni Thamrin merupakan tokoh penting asal Betawi yang berjiwa nasionalis meski terlahir berdarah campuran. Beliau pernah menduduki kursi wakil walikota Jakarta dan sempat menjadi anggota volksraad. Selain itu, diketahui bahwa ia sudah memikirkan nasib masyarakat Betawi sejak muda.

Thamrin lahir di Weltevreden, Batavia (sekarang Jakarta), Hindia Belanda, pada 16 Februari 1894. Ayahnya adalah seorang Belanda dengan ibu orang Betawi. Sejak kecil ia dirawat oleh pamannya dari pihak ibu karena ayahnya meninggal, sehingga ia tidak menyandang nama Belanda. Sementara itu kakeknya, Ort, seorang Inggris, merupakan pemilik hotel di bilangan Petojo, menikah dengan seorang Betawi yang bernama Noeraini.

Ia dikenal sebagai salah satu tokoh Betawi (dari organisasi Kaoem Betawi) yang pertama kali menjadi anggota Volksraad (“Dewan Rakyat”) di Hindia Belanda, mewakili kelompok Inlanders (“pribumi”). Thamrin juga salah satu tokoh penting dalam dunia sepak bola Hindia Belanda (sekarang Indonesia), karena pernah menyumbangkan dana sebesar 2000 Gulden pada tahun 1932 untuk mendirikan lapangan sepak bola khusus untuk rakyat Hindia Belanda pribumi yang pertama kali di daerah Petojo, Batavia (sekarang Jakarta).

— Mengapa sekolah kita dinamakan MHT? —

  1. Husni Thamrin banyak melakukan pembangunan di Jakarta secara langsung maupun tidak. Oleh karena itu Namanya diabadikan sebagai salah satu jalan protokol di Jakarta dan proyek perbaikan kampung besar-besaran di Jakarta (“Proyek MHT“) pada tahun 1970-an.

Menurut saya, selain sebagai bentuk penghormatan Khusus kepada M Husni Thamrin yang telah berperan besar bagi masyarakat Betawi (Jakarta), Penamaan sekolah dengan nama-nya juga menjadi harapan agar siswa siswinya dapat memperbaiki serta memberikan perubahan besar bagi Jakarta dan Bangsa Indonesia

Karena Provinsi DKI Jakarta kondisi alam serta geografisnya tidak mempunyai sumber daya alam seperti daerah lain maka di rancanglah sebuah ide oleh Pemda Provinsi DKI Jakarta khususnya dibidang pendidikan, untuk membuat sebuah ikon bagi kota Jakarta yang melambangkan bahwa Jakarta juga mempunyai sebuah tempat untuk menampung anak-anak usia sekolah yang memiliki kemampuan diatas rata-rata dimana para lulusannya kelak selain cerdas dan pintar dibidang ilmu pengetahuan juga dapat menjadi calon-calon pemimpin bangsa dimasa yang akan datang yang unggul dalam bidang sains, terampil, sehat jasmani, yang dilandasi Iman-Taqwa.

Lalu, apa aja sih visi-misi dari SMAN Unggulan M.H. Thamrin sendiri?

Visi

  1. Terwujudnya hubungan sinergis antarkomponen SMA Negeri Unggulan M. H. Thamrin Jakarta yang berprestasi, aspiratif, aktif, kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab, serta menjadikan SMA Negeri Unggulan M. H. Thamrin Jakarta sekolah berdampak yang mengedepankan integritas, solidaritas dan profesionalitas dengan berlandaskan iman
  2. Menjadi sekolah sains bertaraf internasional yang menghasilkan lulusan unggul dalam imtaq dan iptek serta berdaya saing global

Misi

  1. Mengutamakan Ketuhanan Yang Maha Esa dalam setiap aspek kegiatan di SMA Negeri Unggulan M. H. Thamrin Jakarta.
  2. Menumbuhkan rasa kekeluargaan antara masing-masing komponen SMA Negeri Unggulan M. H. Thamrin Jakarta. 
  3. Menjadikan OSIS SMA Negeri Unggulan M. H. Thamrin Jakarta sebagai sarana pembinaan serta penyaluran minat dan bakat peserta didik yang dapat bermanfaat bagi lingkungan. 
  4. Mengoptimalkan program kerja OSIS yang progresif dan dinamis agar menunjang seluruh kegiatan peserta didik dalam bidang akademis maupun non akademis. 
  5. Mempersiapkan peserta didik SMA Negeri Unggulan M. H. Thamrin Jakarta sebagai generasi penerus bangsa untuk berperan aktif dalam pembangunan nasional dengan jiwa kepemimpinan dan kepribadian yang berbudi pekerti luhur.
  1. Menyediakan layanan kurikulum yang bertaraf internasional
  2. Menyediakan layanan pengembangan diri yang bertaraf internasional
  3. Menyelenggarakan proses pembelajaran yang partisipatif, aktif, kreatif, efektif, inovatif, produktif, dan menantang
  4. Menyediakan sarana prasarana akademik dan non akademik yang bertaraf internasional
  5. Menyediakan layanan mutu berkelanjutan bagi peserta didik yang memiliki kecerdasan bakat istimewa (CIBI)
  6. Menyelenggarakan manajemen berbasis sekolah dan manajemen yang berbasis teknologi informasi komunikasi
  7. Menciptakan iklim dan lingkungan sekolah yang tertib, aman, bersih, indah, sehat, rindang, dan kekeluargaan. 
  8. Mengembangkan kemampuan meneliti, memiliki akses global dan jaringan pembelajaran berbasis teknologi
  9. Menjadi referensi bagi satuan pendidikan lagi baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Tujuan

  1. Menghasilkan lulusan yang cerdas intelektual, kompeten, berprestasi di tingkat nasional dan internasional
  2. Menghasilkan lulusan yang cerdas spiritual dan berakhlak mulia
  3. Menghasilkan lulusan yang cerdas emosional, disiplin, kreatif, dan inovatif
  4. Menghasilkan lulusan yang siap menjadi perancang dan pelaksana pembangunan nasional, serta pimpinan masyarakat di tingkat nasional
  5. Menghasilkan kultur lembaga pendidikan yang berbudaya, kreatif, inovatif, inspiratif, modern, dan berakar pada budaya yang dinamis
  6. Tercipta seluruh warga sekolah yang tekun dan taat beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing
  7. Terciptanya hubungan harmonis antara warga sekolah dan masyarakat di luar lingkungan sekolah
  8. Guru dan karyawan menguasai teknologi informasi dalam membantu pembelajaran dan mampu berbahasa inggris
  9. Memiliki peringkat pertama di tingkat provinsi dan tiga besar di tingkat nasional
  10. Menjuarai lomba akademik (matematika, fisika, kimia, dan biologi) baik di tingkat provinsi,  nasional, maupun internasional
  11. Menjuarai lomba non akademik (Seni/FLS2N, olah raga/O2SN dan bidang lain) baik di tingkat wilayah, provinsi, maupun internasional

Profil MHT: https://www.youtube.com/watch?v=6fmoHSDl-Y0

— Tentang Logo MHT — 

Elang bondol dapat hidup dalam waktu yang sangat lama. Berhabitat di Kepulauan Seribu. Melambangkan sikap ulet serta tangguh. Dan dalam kehidupannya, seekor elang bondol harus berubah dan kadang menyakiti dirinya untuk tetap bertahan hidup.Salah satu perubahan yang terjadi pada elang bondol adalah kukunya yang memanjang dan paruh yang bisa tumbuh hingga mencapai dada. Kuku tersebut harus dicabut ketika waktunya tiba. Paruh pun harus dipatukkan ke benda keras agar terlepas dengan sendirinya. Hal ini membuatnya kesakitan, tetapi merupakan proses alamiah yang harus dijalani elang bondol

— Apa perbedaan MHT dengan sekolah lain? — 

Anak MHT secara spiritual bagus banget, pada rajin puasa. Dan mereka tuh merasa butuh, mau belajar sampai malem mereka menikmati aja. Selain itu mereka juga mandiri, tidak takut bertanya, dan benar benar niat dan serius untuk belajarnya.

  • Bu Ari

— Apa arti lambang-lambang di batik MHT? –

Batik ini ciri khasnya Betawi. Untuk warna dasarnya biru, itu karena dinas Pendidikan saat itu suka sama yang warnanya biru, selain itu warna biru juga bagus dipakai semua warna kulit, dan cocok dipadukan celana warna putih. Kalau ondel-ondel itu lambang sebagai penolak bala, agar senantiasa dilindungi Tuhan. Burung phoenix untuk keabadian. Lalu kepiting adalah permintaan kepsek, karena kepiting punya capit sebagai lambang untuk menangkap ilmu. Lalu buaya sebagai lambing kesetiaan, agar terus membawa dan mengharumkan nama MHT. Terakhir bintang-bintang di atas warna biru melambangkan siswa MHT yang mencapai mimpi setinggi bintang di langit.

  • Bu Ari

— Siapa pembuat mars mht dan filosofi dari lirik nya? –

“…SMA Negeri Unggulan,

Mohammad Husni Thamrin,

Sumber ilmu dan amal,

citra unggulan,

Majulah ayo maju,

Wahai insan teladan…”

Penciptanya adalah Pak Deden Suhendi, dia merupakan guru seni musik dulu. Kalau dari liriknya itu kan harapan dan pesan agar MHT tetap menjadi sekolah bertaraf internasional.

  • Bu Ari

*******

Nah, segitu dulu untuk riset latar belakang MHT, ya!

Kali ini, kami berkesempatan mewawancarai beberapa narasumber, yaitu

*  Bu Ariyanah Purnawaty sebagai wakil guru senior SMANU MHT

*  Kak Rifa Mutiara, sebagai wakil alumni MHT angkatan ke-3

Yuk, langsung aja! 👇

— Kenapa mau mendaftar untuk menjadi guru di SMANU MHT padahal baru berdiri? —

“Sebenernya bukan mendaftar, tapi memang diminta oleh Dinas Pendidikan untuk di seleksi menjadi guru di MHT. Ada 75 guru yang diseleksi, nah yang lolos 16 guru termasuk Miss Ari. Guru guru ini juga mendapat pelatihan-pelatihan untuk membimbing murid yang “berkebutuhan khusus” (cerdas yang luar biasa).”

– Bu Ari

(Bu Ari)

“Ini karena terjebak wkwkwk. Dulu kakak ga tau MHT apaan, taunya sekolah bagus, daftar.. Eh masuk.”

–  Kak Rifa

— Bagaimana pengalaman atau kesan tak terlupakan sejak dulu di MHT? —

“Dulu angkatan pertama cuma ada 60 siswa yang diseleksi juga. Karena kita ada 3 kurikulum jadi yang bisa belajar pun tidak sembarang. Miss Ari juga merasakan bahwa siswa siswa nya itu juga mudah bosan kalau tidak diberi “tantangan”. Ada juga yang ga betah di asrama, lalu belajar di sekolah biasa, eh ternyata dia jenuh dan akhirnya kembali ke MHT. Pada angkatan awal, banyak dosen yang mengajar di MHT. Kalau anak baru lulus SMP dipegang langsung sama dosen, siswanya akan langsung kaget. Sehingga banyak juga siswa yang butuh pendampingan dari guru SMA biasa. Bahkan dulu ada guru (dosen) matematika killer yang sangat tegas, ketika ulangan terlambat mengumpulkan 1 detik, kertasnya langsung disobek dan dibuang ke tempat sampah. Maka dari itu banyak siswa yang takut dan tidak menghadiri kelas. Jadi pengalaman Miss Ari di angkatan awal adalah sebagai guru pembimbing untuk menemani dan menjadi teman.”

– Bu Ari

“Belajar terus wkwk. Tapi jadinya kultur MHT kebawa sampe kuliah dan kerja, dan ngebantu banget.”

–  Kak Rifa

(Kak Rifa)

— Apa yang paling membedakan antara MHT 01 sampai MHT 13? —

“Tidak ada perbedaan yang mencolok, mungkin satu satunya perbedaan adalah banyaknya murid. MHT 01 ada 60 orang, sekarang MHT 13 ada 88 orang.”

– Bu Ari

— Apakah ada punya pesan untuk MHT? —

Pesan Miss Ari, tetap harumkan nama MHT di manapun berada, jangan lupakan MHT. Semangat capai cita cita, semua jalan terbuka asalkan ada niat. Jika mengalami kesulitan, kembalikan pada Tuhan, agar diberi kemudahan.

– Bu Ari

*******

Cukup sampai di sini dulu untuk artikel tim Catatan si Thamrin kali ini, ya.

Gimana TEJO readers?

Silakan drop pendapat kalian di kolom komentar ya!

Kita tidak boleh melupakan sejarah karena dengan mempelajari sejarah kita bisa mendapat pelajaran berharga untuk menghadapi keadaan saat ini dan agar kita tidak mengulangi kesalahan di masa lalu. “

Cukup sampai di sini saja ya TEJO readers, sampai jumpa di artikel selanjutnya! Adios…! 👋

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *